PEMILIK MINTA, POLISI EKSEKUSI MATI PITBUL PENGGIGIT BOCAH SASA

PEMILIK MINTA, POLISI EKSEKUSI MATI PITBUL PENGGIGIT BOCAH SASA


Kepolisian diminta mengeksekusi mati anjing pitbul terlepas dari apa pun hasil uji kesehatan, permintaan itu dari pemili sekaligus orangtua bocah sasa yg tewas digigit anjing pitbul di rumahnya jalan penataran 10 kota malang, jawa timur.

kapolres malang kota,akbp hoiruddin hasibuan mengatakan, pemilik anjing pitbul menginginkan hewan peliharaannya itu dimusnakan karena takut perristiwa yg dialami anaknya terulang lagi ke orang lain

mungkin orangtua korban trauma musibah itu, khawatir terjadi lagi menimpah orang lain sehingga ingin anjingnya dimatikan saja,"kata hoiruddin di malang,jumat(18/8/2017).

kepolisian belum bisa memastikan apakah anjing harus disuntik mati atau dengan cara lain,sebab masik harus disuntik mati atau dengan cara lain, sebab masih harus menunggu hasil analisa contah darah anjing apakah menghidap penyakit rabies atau tidak, kepolisian juga akan mengkoordinasikan rencana eksekusikan itu dengan pihak lain

"Apakah anjing tetap harus dieksekusi meski hasil uji laboratoriumnya negatif atau positif, akan dikoordinasikan dengan dokter hewan dan komunitas pencinta anjing," ucap Hoiruddin.

Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang bersama UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Jawa Timur sudah mengambil darah anjing pitbull itu pada Selasa 8 Agustus silam dan butuh waktu 14 hari untuk mengetahui hasilnya.

"Kami belum menerima laporan hasil analisa contoh darah anjing itu. Jadi, kami belum tahu apakah anjing sakit atau tidak," ujar Hoiruddin.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, Sri Winarni mengatakan, secara umum kondisi anjing Pitbull sehat tak ada indikasi mengidap rabies.

"Laporan secara resmi belum kami sampaikan ke kepolisian. Soal apakah dieksekusi atau tidak, itu kewenangan kepolisian dan pemilik anjing," kata Sri Winarni.

Bocah Sasa digigit anjing Pitbull pada Minggu 6 Agustus sekitar pukul 15.00 di rumahnya Jalan Candi Penataran 10 Kota Malang. Bocah yang masih kelas 2 sekolah dasar itu tewas dengan luka parah di leher dan wajahnya. Anjing kini dikarantina di tempat penitipan di Jalan Irian Jaya Kota Malang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SAKIT HATI,KARYAWAN HONORER BAKAR GEDUNG REKTORAT UNIMAL ACEH

RAFFI AHMAD WAJIB BAYAR PAJAK RATUSAN JUTA

RAFFI AHMAD NUNGGAK PAJAK MOBIL MEWAH